Dia

Dia bertanya, “Apakah kamu sedang sakit?”, saat melihatku memakai sweater.

Aku menggeleng. 

Mengapa ia selalu peduli?

Dia bagai matahari, 

Kadang membuatku nyaman dengan kehangatannya,

Namun tak jarang membuatku lelah dan mencari tempat berlindung.

Ketika aku melangkah pergi dari hadapannya, aku teringat segala hal yang telah ia lakukan selama hampir sembilan tahun ini.

Dia yang mengajariku filosofi karet : “Harus kuat tapi tetap lentur dan fleksibel dalam segala situasi.”

Dia yang pertama kali berani melepasku menjelajahi sebuah kota asing dengan hanya bermodal selembar peta dan segala coretannya. 

Dia yang mengirim pesan, “Kamu baik-baik saja kan? Saya khawatir kamu pingsan.” setelah membiarkanku berkelana sendiri tanpanya. 

Dan pesan itu membuatku tertawa terbahak-bahak, tanpa kusadari bahwa ia peduli.

Dia yang mengawasi langkahku di tengah kepadatan manusia dan juga di jalan yang sepi mencekam.

Dia yang membentuk hidupku hari ini.

Dia yang mau repot-repot membungkuskan makan siang, hanya karena, “Jangan sampai kamu masuk angin gara-gara telat makan.”

Dia yang selalu mendorongku maju, meski aku lebih sering ingin diam di tempat.

Dia.. Teman travelingku yang pertama, meski tanpa ia sadari.

Dia yang sudah meracuniku untuk jadi seorang solo traveler yang bahagia, mendorongku menjelajah dunia untuk membuka cakrawala.

Dia yang selalu bertanya, “Mau kemana lagi setelah ini?”

Seperti langit petang yang misterius, itulah dia.

Begitu indah namun aku tak pernah bisa mengenalnya dengan sempurna.

Hanya dari cerita mereka, aku mendapat gambaran tentang dia.

Dua kali rencana pernikahan yang gagal.

Tuduhan tanpa dasar bahwa dia seorang gay.

Seorang backstabber yang tak ragu menjatuhkan lawannya.

Seseorang yang kini terlupakan karena telah mengalami kekalahan tak terelakkan.

Seseorang yang, kata mereka, “Hati-hati dengan dia!” 

Tapi orang itulah yang selalu berpesan, “Hubungi saya jika kamu ada masalah.”

Orang itulah yang berkata padaku, “Kamu adikku”.

Malah akulah yang belum pernah bisa menganggap dia sebagai “kakakku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s