Sebuah Doa

Kupejamkan mata sambil berulang-ulang mendaras doa. Hanya Tuhan yang tahu kemana pikiran ini berkelana.

Andai pikiran ini bisa membawa tubuhku pergi. Kesana ke tempat dia berada. Melihat dia berbahagia. Mencoba ikut berbahagia. Lalu menangis karena kebahagiaannya.

Kupejamkan mata sambil mengulang lagi doa yang sama. Tuhan tahu segala kenangan yang melintas di benakku saat ini. 

Mengapa merelakan itu berat? Mengapa setelah sekian lama masih belum bisa terlupakan? Mengapa selalu ingin kembali lagi ke masa itu? Setelah memutuskan beranjak pergi ternyata aku masih disini.

Kuakhiri doa ini. Lelah mendustai Dia yang tak bisa didustai. Setidaknya bisa kututup doa ini dengan sebuah rasa syukur, terima kasih Tuhan pernah membawanya ke dalam hidupku.


17 thoughts on “Sebuah Doa

  1. merelakan itu katanya seperti melepas hak ‘milik’ yang sebenarnya juga bukan milik kita. Bisa jadi karena kita masih memiliki keinginan memiliki terhadap apa yang ingin direlakan dan memang Dia yang tak bisa didustai sangat sabar…*hugs

      1. Mbak… mungkin ini yang dibilang, ketika tugasnya selesai, seorang soulmate akan mundur dari kehidupan kita.. walau dekat tapi sulit sekali untuk berjumpa…

      2. Hahaha belum selesai idah kepencet send.
        Sebenernya soulmate sih biasanyaaa lama hadirnya dlm kehidupan kita (biasanyaaaaaa….)
        Atau bisa juga dia datang saat benar2 dia dibutuhkan utk membantu membesarkan kita. Jika ga ada ato ga dateng artinya mungkin itu kita harus berusaha sendiri. Krn dia dan kita bersama2 menuju Dia dg lebih baik.
        But…
        Kalo dia dekat mungkin emang dekat Na… dekat dengan kompor (makanan lagiii. .hihihihihi…)

  2. satu hal yang sampai sekarang aku yakini tidak pernah mudah. ikhlas melepaskan, ikhlas kehilangan, ikhlas merelakan. tapi satu yang aku yakini juga bahwa apapun itu pastilah yang terbaik yang Tuhan putuskan untuk kita🙂

  3. Ikhlas melepas dan merelakan mah teorinya gituwehhhh

    Tapi jalan untuk bisa iklas yang kadang tak terduga

    Akan datang saatnya kelegaan itu datang saat sudah bisa bener-bener ikhlas. SEMANGAT!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s