….

Aku tersenyum memandangmu terlelap. Akhirnya kaupun terpaksa menyerah pada lelah. Kalau bisa, ingin sekali memperpanjang jarak penerbangan ini.

Sesekali kepalamu berayun membentur jendela, lalu kaupun terjaga sejenak hingga aku terpaksa memalingkan wajah.

Aku mengabadikan momen ini. Karena sebentar lagi semua akan menjadi kenangan. Entah apakah aku akan mengingatnya sebagai momen yang manis, atau momen yang menyakitkan. 

Setelah pesawat kita mendarat beberapa menit lagi, apakah kita bisa tetap sedekat ini? Masih adakah “kita”? Akankah ada lagi momen-momen seperti ini?

Kupandang lagi dirimu yang sedang terlelap. Memperhatikan setiap garis kerutan di wajahmu yang selalu nampak setiap kau tersenyum. Menyadari bahwa keberadaanmu selalu membuatku merasa nyaman.

Kaupun akhirnya terjaga. Pesawat kita tak lama lagi akan mendarat. Dan hari ini pun akan tinggal kenangan.

Lately I’m-a praying

That you’ll always be a-staying beside me.

(Bread – Baby I’m A Want You)


2 thoughts on “….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s