Uncategorized

Aku dan Diriku..

Ketika malam menjelang, akhirnya kumatikan senua sumber suara.

Hanya ada aku dan diriku.

O ya, dan Tuhanku.

Barulah aku merasa sepi. Sepi yang menusuk dadaku hingga merasa sakit dan tak dapat kutahan lagi.
Ketika aku tak bisa ambil bagian dalam keceriaan mereka.

Ketika aku mencoba mencari makna dari sebuah kesendirian.

Ketika aku akhirnya lelah menunggu jawaban.

Ketika aku merasa sakit atas hal-hal yang biasanya tak berhasil menyakitiku.

Ketika tawa dua hari yang lalu berubah menjadi keheningan yang mencekam.
Lalu aku harus berbuat apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s