Albert Datang Berkunjung

Albert datang mengunjungiku, meski hanya dalam mimpi.

Suasana kelas yang super padat, mata pelajaran yang tak kuingat, bangku-bangku yang dijejali 4 siswa. Dan dia ada di sana, duduk di depanku menggunakan jaket putih. 

Aku melihat dia tertawa, persis seperti dia yang biasa. 

Aku memeluknya dari belakang, berharap dia tak akan pergi dari kehidupan ini. Karena, meskipun hanya dalam mimpi, aku tahu dia sudah tak di dunia ini lagi.

Albert datang menengokku, dua minggu sebelum Acies, dan satu minggu sebelum perjalanan kunjunganku ke Tanjung Selor, Berau, dan Tarakan.

Kehadirannya membuatku menangis ketika terjaga. Tangis rindu pada seorang sahabat yang selalu kujadikan tempat bersandar.. 

Entah mengapa kedatangannya itu juga membuatku teringat pada sosok lain.

Kevin, pria yang tak pernah aku kenal dalam hidup, namun selembar fotonya telah berhasil membuatku mempertanyakan makna hidup dan mati. 

Sudah hampir delapan tahun sejak ia pergi dan enam tahun sejak aku pertama kali menjumpainya.
Ia terasa begitu dekat seperti yang dulu pernah kurasakan, membawa perasaan hangat sekaligus kepedihan yang tak kupahami.

 Entah pertanda apa yang hendak mereka sampaikan padaku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s