Perjalanan Ini… (Part 2)

Kisah-kisah kecil sepanjang perjalanan 4 hari 3 malam menyusuri Tanjung Redeb, Tanjung Selor dan Tarakan.

1. Perjalanan ini penuh aroma..

Masih ingat kisah saya tentang si adek yang ngompol dan celana saya yang beraroma semerbak di Tanjung Selor? Nah.. malamnya ketika sudah sampai di Tarakan, celana itu saya gantung dan saya endus-endus.. Hahaha.. bau pesing… Stock celana saya sudah habis.. celana sebelumnya sudah ngga karuan juga aromanya. Jadilah saya putuskan untuk menyemprot celana saya dengan parfum..

Tapi..baru saja saya keluarkan parfum itu dari ransel, dia terlepas dan jatuh ke lantai.. Prang.. lalu pecah berkeping-keping.. Oalaaaah… matilah awak…

Sambil merutuki kedodolan saya yang kesekian kali ini, saya mengangkati potongan beling dari kolong ranjang.. Lalu saya menempelkan kedua telapak tangan saya pada tumpahan parfum dan mentransfernya ke celana yang bau itu dan ke baju yang akan saya pakai keesokan harinya.

Meskipun jejak di lantai berhasil dibersihkan, namun keesokan harinya saya baru sadar bahwa kamar khusus pastor itu harum semerbak.. Walah.. jangan-jangan nanti tamu berikutnya akan berpikir kalau kamar ini keramat.. wkwkwkwkwk…
2. Patung Bunda Maria AKAP

Patung Bunda Maria yang saya bawa dalam peti kayu itu melintasi berbagai kota dan provinsi. Mulai dari Yogyakarta – Jawa Tengah – Jawa Barat – Jakarta – Banten – Jawa Barat – Banten – Kalimantan Timur – Kalimantan Utara.

Bahkan ada kejadian konyol saat patung-patung itu diantar oleh kurir dari pembuatnya di Yogyakarta.

Jadi begini.. Yang pesan patung itu saya, lalu patung itu saya minta diantar ke rumah Pak P tapi saya lupa memberikan namanya Pak P ke Ibu pengirimnya. Lalu Pak H yang melunasi pembayarannya dan mengkonfirmasi. Nah.. jadilah patung itu dikirim atas nama saya ke rumah Pak P dengan nomor telepon Pak H.

Pada hari ketika patung itu diantar ke rumah Pak P, kurirnya mencari saya, lah ya pasti gak ada kan? Karena bingung, si kurir menelepon Pak H. Jadilah Pak H yang bingung.. Untung si Pak H ini cepet sadar dan langsung berkordinasi dengan Pak P. Untung juga kurirnya belum jauh beranjak dari rumah Pak P.. Hahahaa.. Kedodolan saya sukses membingungkan banyak orang. 

Pada saat di Tanjung Selor saya menyaksikan patung itu membawa sukacita bagi para legioner. Ah.. rasanya lega sekali.. Terima Tuhan setelah perjalanan panjang dan rumit, patung-patung itu bisa tiba dengan selamat..
3.  Tonggeret oh Tonggeret..

Tahu gak tonggeret itu bentuknya kayak apa? Tenang..saya juga gak tahu.. Waktu saya di Tanjung Selor saya menemukan serangga besar bersayap transparan dengan bunyi nyaring. Saya penasaran dan sempat ngeri karena serangga itu nemplok di punggung saya dan ikut sampai ke kamar.

Dari pegawai keuskupan yang mengantar saya ke pelabuhan, saya akhirnya tahu namanya riang-riang.. Walah.. sepertinya serangga itu hidupnya selalu bahagia yah.. Saya jadi iri..

Ternyata nama aslinya adalah : Tonggeret.. 

Catat.. Tonggeret..

4. Borneo.. oh.. Borneo..

Everypart of Borneo makes me fall in love.. 

The river is my blood.. The forest is my life.. Borneo is my home..

Baca kisah saya sebelumnya disini yah..

Advertisements

One thought on “Perjalanan Ini… (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s