Perjumpaan

Entah mengapa dalam waktu satu bulan terakhir Tuhan mempertemukanku dengan banyak orang yang sudah lama, bahkan lama sekali, tak bersua denganku. 

Perjumpaan-perjumpaan ini menyadarkanku : kita berada dalam dunia yang sama, di bawah langit yang sama, namun kita seperti punya poros putaran yang berbeda. Kita sibuk dengan urusan dan kehidupan kita masing-masing. 

Perjumpaan-perjumpaan ini menyadarkan bahwa ada banyak rasa rindu yang dipendam, yang terpaksa terus ditahan, dan tak diungkapkan karena berjuta alasan. Rindu yang kadang bergema begitu keras di dalam hati, namun selalu disimpan dan disembunyikan. Hingga akhirnya rindu itu tak lagi bersuara.

Perjumpaan-perjumpaan ini membuatku mengingat kembali segala hal yang pernah terjadi. Mengulang kembali momen pertama kita saling menemukan. Dan terima kasih Tuhan aku masih mengingatnya. Mengisahkan kembali semua kenangan yang pernah kita alami. Mengisahkan semua hal yang terjadi saat kita tak bersama dan menyuarakan kembali nostalgia yang mungkin sudah lama tak ingin diungkit kembali.

Perjumpaan-perjumpaan ini juga membuatku menjadi mello. Karena aku tahu perjumpaan ini tak bisa membawa kita kembali ke masa lalu, dan bahkan yang paling menyedihkan, setelah perjumpaan ini kita harus sekali lagi menghadapi perpisahan, entah untuk berapa lama.

Terima kasih. Aku bersyukur kalian masih mengingatku. Masih mengenali suaraku. Masih bersedia memelukku. Masih menghubungiku. Masih merindukanku. Masih mau berbagi cerita denganku.

Terima kasih sudah membuat hidupku menjadi penuh warna. Aku sayang kalian semua..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s