Uncategorized

Obat Kangen Pagi Ini…

“Wih.. enak mendung.. Disini panas bingit.. membara.”

“Wew, belum hujankah disana?”

“Kadang hujan kadang ngga.. Mendung tapi suhu panas. Sering berkeringat.”

Jawaban itu membuat jari-jariku spontan mengetik : “Kamu harus banyak minum lho, jangan sampai dehidrasi..”

Tapi sebelum sempat terkirim, dia sudah mengirim pesan lanjutan :

“Tapi aku enjoy laahh.. ^^”

Pesan yang amat singkat itu berhasil membuatku tersenyum lebaaaar sekaliii.. Sungguh lebar sehingga aku bisa merasakan tarikan otot-otot pipiku. Padahal di telingaku, Freddie Mercury baru saja menyanyikan baris “Mama, just killed the man…”

Ah, salah lagu nih..


Pagi tadi, ketika alarm handphoneku berbunyi untuk kesekian kalinya (dan kumatikan juga untuk kesekian kalinya), aku melihat sebuah pesan whatsapp bertengger disana.

Wah.. dari dia!!

Ya.. Dia yang sering sekali muncul dalam mimpiku.

Nah… jauh lebih mudah kirim pesan whatsapp daripada berkunjung ke dalam mimpi kan?

Pesan yang dia kirim bukan sapaan “Selamat pagi” atau “Halo apa kabar?”, melainkan sebuah link blog tempat dia bertugas. Sambil melakukan ritual pagi yang tak perlu dijelaskan detailnya, aku membuka satu persatu artikel dalam blog itu.

Ada dia disitu..

Ia yang sedang bermain bersama anak-anak dengan warna kulit yang begitu kontras. Ia yang tengah membacakan cerita untuk mereka. Ia yang tampak kurus dan menghitam, tapi begitu ceria.

Ia yang telah membuatku bergerak untuk anak-anak itu.

Sambil bersiap-siap berangkat kerja, aku memutar otak, mencari bahan pembicaraan supaya dia tak segera menghilang dari ruang chat whatsapp ini. Kami berbincang tentang rencana mudiknya tahun depan (yang hanya sebentar dan pastinya kami tak akan bisa ketemuan). Tentang Pos Indonesia yang mensuspend program kirim buku gratis setiap tanggal 17 (sedih banget.. Padahal baru ini saja yang bisa aku lakukan untuk “anak-anaknya” disana).

Hingga, akhirnya aku sadar, aku tak bisa menahannya lebih lama lagi di ruang chat ini. Kuucapkan terima kasih telah membuatku semangat di pagi yang mendung ini. Sebetulnya aku ingin menulis : “Terima kasih ya.. Kok tahu sih aku lagi kangen kamu…”

Haha.. Untung pagi ini aku tak cukup gila untuk mengiriminya pesan itu.


November.. pagi.. mendung.. angin kencang.. dia.. Membawaku pada kenangan suatu Minggu pagi di akhir bulan November yang mendung dan berangin kencang, empat tahun lalu.

“Kamu jangan jadi kurus ya.. Nanti aku ga ada saingannya..”, kukirim pesan konyol itu sambil nyengir-nyengir sendiri. Semoga warga bus jemputan ga ada yang sadar tingkah anomaliku pagi ini.

“Aku emang kepengen kurus, biar perutku ngga buncit.. hahaha

Itulah akhir percakapan kami pagi ini..

Cukup untuk membuatku semangat sampai jam kerja berakhir.

Dan pastinya cukup untuk membuatku nggak pelit tersenyum sepanjang hari ini.

5 thoughts on “Obat Kangen Pagi Ini…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s