Uncategorized

Mimpi

21 Juni 2019

Aku terbangun karena sebuah mimpi yang sangat berkesan. Bahkan aku terbangun sambil tersenyum dan hari ini, saat aku menuliskannya, aku masih tersenyum mengingat setiap detail mimpi itu.

Aku bertemu kamu di sebuah rumah yang asing. Lalu kita memutuskan untuk mengobrol di pelataran rumah itu yang ukurannya begitu mungil.

Karena hanya perlu beberapa langkah menuju bangku di pelataran itu, aku memutuskan untuk nyeker. Tapi kamu malah membawakan sandalku dan menyuruhku memakainya. *Dan itu sungguh seperti kamu dalam kehidupan nyata.

Kita duduk bersebelahan. Aku memandang wajahmu dan bertanya, “Ada apa?”

Jawabanmu membuatku terbangun sambil tersenyum : “Na, kamu itu orang baik.”

Andai saja aku tak perlu terbangun untuk bisa mengetahui kelanjutan mimpi itu dan maksud dari kata-katamu.

Mimpi itu hadir tepat beberapa jam sebelum kawan kita ditahbiskan menjadi imam. Sayang kamu tak datang, dan aku hanya bisa mengirimkanmu foto-fotonya. Itu pun baru kau terima esok paginya. Satu hari setelah mimpi itu terjadi. Lalu kita mengobrol via whatsapp. Hanya sejenak tapi begitu menyenangkan.

Setidaknya buatku.

Karena inilah percakapan kita sejak terakhir berjumpa bulan April lalu.


Seminggu yang Lalu

Kita berjumpa lagi dalam mimpi. Kali ini kamu mengajakku makan dan kita duduk satu meja. Sepertinya kita tak hanya berdua, tapi aku hanya memperhatikan kamu yang duduk tepat di depanku.

Kata orang, kalau mimpi makan menunjukkan orang yang dalam mimpi itu akan sakit.

Apakah kamu baik-baik saja?

Aku terlalu pengecut untuk menanyakannya langsung padamu.


Kemarin

Salah satu grup whatsapp yang aku ikuti tiba-tiba saja membahas mimpi. Banyak dari mereka yang mimpi berjumpa dengan idola mereka yang sudah meninggal. Lalu mereka membuat banyak analisa tentang mimpi itu, tentu dari segi agama juga.

Lantas aku bertanya, “Bagaimana kalau dalam mimpi aku bertemu orang yang masih hidup?”

Salah satu dari mereka menjawab : “Dia lagi kangen atau ingat kamu.”

Ah.. masak sih kamu ingat aku..

Justru aku yang selalu ingat kamu.


Hari ini

Di bus jemputan aku mendengar lagu Reality dari Richard Sanderson. Lagu jadul yang tengah jadi favoritku gara-gara nonton film Sunny.

Dreams are my reality,
a wonderous world where I like to be.
Illusions are a common thing,
I try to live in dreams
although it’s only fantasy

Aku tersenyum sendiri menyimak setiap kata dari lagu itu.

Tak sampai setengah jam kemudian aku membuka handphoneku dan ada pesan darimu. *Dan aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang.

“Na.. aku sudah terima bukunya. Thankyu so much ya..”

“Syukurlah. Hatur nuhun sami-sami ya. Kamu sehat-sehat kan?”

“Sehat Na.. Semoga sehat juga di Bogor. Ini lagi ikut acara jelajah alkitab bertema mimpi..hehe.”

Eh??

Lantas aku bilang, andai saja aku punya pintu ajaib, ingin sekali aku ada disana dan menyimak apapun yang dibahas tentang mimpi-mimpi itu. Dan jika aku berani aku pasti akan bilang padamu, “Aku sering memimpikan kamu.”

Tapi aku kan selalu jadi pengecut jika berhadapan denganmu.

“Ini ada tiap bulan Na.. Di Pandu..”

Pandu itu jauh. Walau mungkin masih lebih dekat ketimbang jarak antara hatiku dengan hatimu.

“Nanti kamu terjemahkan mimpiku ya..”

Kamu tak menjawab lagi. Semoga setelah menjelajah mimpi, kamu bisa memberiku jawaban mengapa kamu sering hadir dalam mimpiku.


Advertisements

4 thoughts on “Mimpi”

  1. Pandu Na, tidak jauh, hanya selemparan batu dibandingkan yang harus menyeberang lautan.

    Btw, aku selalu error mendengar kata Pandu. di sekitarku ada nama pandu yang menyebalkan, mencari-cari kesalahan pekerjaan orang lain supaya dia bisa menulis dalam temuannya hahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s