Satu Foto Sejuta Cerita

[Satu Foto Sejuta Cerita] Prangko

Minggu lalu adik saya yang baru menikah membereskan sisa barang-barangnya di rumah. Ia lalu menyerahkan tiga album prangko pada saya. Sejatinya, album itu bukan milik kami, album itu adalah pemberian seorang tetangga ketika mereka pindahan rumah sekian tahun yang lalu.


Gambar dan warna dari ratusan prangko dalam album-album itu berhasil mempesona saya, ditambah lagi fakta bahwa prangko-prangko itu telah menempuh ribuan kilometer untuk sampai ke dalam album ini. Entah bagaimana tetangga kami bisa mengumpulkan prangko hingga sebanyak dan seberagam ini.

Dari sekian banyak prangko yang tersusun rapi dalam album, ada sekumpulan prangko yang disimpan dalam plastik klip, mungkin karena album-album itu sudah terlalu penuh untuk menampung mereka. Apa yang saya temukan di dalamnya membuat saya semakin terperangah.

Angka “1962” tercetak di atas semua prangko itu, tepat setelah kata “Djakarta”. Ya. Prangko-prangko itu dicetak dalam rangka Asian Games IV yang diselenggarakan di Jakarta tahun 1962, alias 57 tahun yang lalu.

Ada hal lain yang tak kalah menarik, yakni penulisan nominal harga prangko itu. Pada nominal terkecil yang saya punya tertulis angka “0” dan angka “10” dalam posisi melayang. Saya, sebagai anak jaman “now” sejenak melongo melihatnya, hingga akhirnya saksi hidup masa itu (baca : bokap), menjelaskan bahwa itu menunjukkan harga 10 Sen. Hooo.. baiklah πŸ˜….

Penasaran juga, berapa sih tarif pos saat itu untuk mengirim post card di dalam negeri? Lalu nilai Rp. 15 saat itu udah bisa buat beli apa ya?

Saking terpesonanya saya pada prangko-prangko itu, saya pun berselancar di sebuah online shop mencari koleksi prangko jadul yang dijual dengan harga bersahabat (alias murah) πŸ˜‚. Jumat lalu pesanan saya datang disertai berbagai bonus prangko jadul.

Prangko-prangko ini memiliki nominal antara 45 sen (konon terbitan tahun 1953) hingga Rp. 500 (terbitan tahun 1986 dan 1998). Sebagian besar prangko ini pernah saya lihat dan saya gunakan untuk “surat-suratan” pada kurun waktu tahun 1997 hingga 2004. Ketika itu untuk mengirim secarik surat ke Sukabumi hanya butuh prangko Rp. 500 (paling mahal), dan kalau tak salah biaya prangko ke Filipina tahun 1997 sebesar Rp. 6.000. Masih masuk dalam kategori “mahal” bagi saya, yang kala itu dengan Rp. 500 sudah bisa naik angkot separo jalan menuju sekolah.

Kini, dua dekade kemudian, prangko-prangko “sekian ratus rupiah” itu masih bisa dipakai, namun nominal harganya terlalu rendah. Bayangkan, untuk mengirim post card dalam negeri saja butuh prangko Rp. 3.000. Kalau kita pakai prangko dengan nominal Rp. 500, maka butuh enam lembar prangko. Kalau kita pakai prangko nominal Rp. 300 maka butuh sepuluh lembar, alias post cardnya bakalan penuh dengan tempelan prangko dimana-mana πŸ˜‚. Saya pernah pakai cara ini saat benar-benar kepepet tak punya prangko nominal besar atau memang lagi malas menulis (tapi jaraaaaaang bangeeet).

Album-album prangko itu telah berkali-kali saya bolak-balik, mencoba mengingat dan mencari tahu apa yang terjadi pada tahun-tahun yang tertera pada masing-masing prangkonya. Betapa dunia ini terus bergerak hingga nilai uangpun berubah. Uang Rupiah dan prangko bernominal 10 sen yang pada tahun 1962 mungkin bernilai besar, kini bisa dikatakan “tidak ada nilainya”, walaupun benda fisiknya dihargai lumayan tinggi oleh para kolektor.


Posting ini sebagai tanggapan atas challenge yang kami, Cerita Riyanti, A Rhyme In My Heart, dan saya, ciptakan sebagai pengganti Weekly Photo Challenge dari WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-43 bertemakan Numbers agar kami berdua terpacu untuk memposting artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikutan tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

4 thoughts on “[Satu Foto Sejuta Cerita] Prangko”

  1. duh perangko jadullll…. rasanya dulu aku punya juga album perangko banyak banget tapi sekarang gak tau kemana yaa… sama tuh, juga sampul hari pertama hahaha… dulu indonesia punya sen juga Na, seru yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s