Satu Foto Sejuta Cerita

[Satu Foto Sejuta Cerita] Skylight

Batu Caves adalah gua di perbukitan kapur yang terletak di Selangor, Malaysia. Batu-batu kapur yang menyusunnya diperkirakan sudah berusia 400 juta tahun. Gua ini dijadikan tempat peribadatan umat Hindu Tamil oleh K. Thamboosamy Pillai pada akhir abad ke-19. Ia mendedikasikan gua ini pada Dewa Murugan setelah terinspirasi pada pintu masuk gua terbesar (Temple Caves) yang berbentuk tombak Dewa Murugan (Vel).

Saya berkunjung ke tempat ini tepat satu hari setelah hari ulang tahun saya beberapa tahun yang lalu. Kala itu Batu Caves sedang ramai sekali oleh pengunjung. Namun keramaian itu tetap saja tak menghilangkan rasa gugup saya kala memasuki Temple Caves. Suasana gelap, perpaduan aroma lembap dengan dupa dan bunga, patung-patung seukuran asli, suara orang-orang yang mengalunkan mantra, serta keharusan untuk membuka alas kaki membuat saya merasa kurang nyaman. Ditambah lagi dengan serakan kotoran burung disana-sini.

Pengap, sesak, dan gerah. Untung saja saya tak punya phobia ruang tertutup. Bisa-bisa saya langsung terkapar lemas dah.

Tapi ketika saya melangkah lebih jauh ke dalam gua, saya menemukan fakta bahwa gua ini tidak tertutup rapat. Ada lubang-lubang di atasnya yang menjadi celah bagi cahaya matahari untuk masuk. Lubang-lubang ini menghasilkan siluet cahaya yang indah, juga sukses menghilangkan rasa sesak dan pengap yang seolah menghimpit dada ini.

Jadilah saya betah berlama-lama di bawah lubang ini, mencoba menghirup oksigen dan menyerap cahaya sebanyak-banyaknya.


Gua, dalam banyak kisah legenda, sering dikaitkan dengan hati kita. Sebuah tempat tersembunyi, lorong rahasia, tempat dimana pusat diri dan ego berdiam. Gua itu biasanya digambarkan dalam suasana gelap, namun di beberapa tempat ada lubang-lubang cahaya yang menjadi masuknya Sang Terang untuk menerangi kegelapannya.

Masalahnya, jangan-jangan kita malah tak mau atap-atap gua itu diruntuhkan dan gua persembunyian kita diterangi, karena kita sudah terlalu nyaman hidup dalam kegelapan.


Posting ini sebagai tanggapan atas challenge yang kami, Cerita Riyanti, A Rhyme In My Heart, dan saya, ciptakan sebagai pengganti Weekly Photo Challenge dari WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-44 bertemakan Lubang agar kami berdua terpacu untuk memposting artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikutan tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

2 thoughts on “[Satu Foto Sejuta Cerita] Skylight”

  1. Ini langsung dibuat setelah tema challenge dilemparkan hahaha… sementara yang ngelempar terperangkap dalam lubang challengenya hahahahaha… Tetapi post ini bagus lho…
    BTW, gak diceritain soal monyet yang ada disana? Ato keringet yang menghias saat naik tangga? πŸ˜€ πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s