Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] Negeri Raksasa Bernama Ta Prohm

Saya selalu merasa kecil ketika melangkahkan kaki di antara candi-candi tua. Tapi saya merasa sangat kecil ketika ada di tengah komplek Ta Prohm ini. Bahkan rasanya seperti menjadi liliput di tengah Negeri Raksasa. Batu-batu besar nampak dimana-mana, bagai beradu kuat dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Ta Prohm dibangun pada masa kepemimpinan Raja Jayavarman VII daei Kerajaan Angkor pada tahun 1189. Komplek seluas 0.65 kilometer persegi ini awalnya adalah biara dan sekolah untuk memperdalam ilmu tentang Buddha Mahayana, hingga pernah ditempati sebanyak 12.640 orang.

Sayangnya komplek ini ditinggalkan kala raja Ponhea Yat memindahkan pusat kerajaannya ke Phnom Penh pada 1431 karena serangan dari Kerajaan Ayutthaya. Angkor menjadi kawasan yang kosong. Ta Prohm pun dilupakan dan diabaikan hingga lebih dari empat abad.

Ta Prohm ditemukan kembali oleh Henri Mouhot pada 1860, menyusul penemuan candi-candi Angkor yang lain. Pohon-pohon besar bagai menelannya di berbagai bagian. Batu-batu raksasanya runtuh, digantikan pohon-pohon raksasa yang tumbuh di atasnya.

Ketika proses restorasi dimulai, para ilmuwan sepakat untuk menjaga Ta Prohm dalam kondisi ketika ditemukan untuk memelihara kenangan masa lalunya. Meskipun di beberapa bagian tetap dilakukan stabilisasi untuk menjaga kelestarian candinya.

Masuk ke dalam Ta Prohm seolah-oleh memutus hubungan dengan dunia modern saat ini. Setiap sudutnya amat misterius dan penuh rahasia. Bahkan seorang sahabat dari Filipina pernah berkata : “I think the dinosaurs and dragons used to sleep behind those temples…” 😅


Posting ini sebagai tanggapan atas challenge yang kami, Cerita Riyanti, A Rhyme In My Heart, dan saya, ciptakan sebagai pengganti Weekly Photo Challenge dari WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-46 bertemakan Huge agar kami berdua terpacu untuk memposting artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikutan tantangan ini, kami berdua akan senang sekali…

2 thoughts on “[Satu Foto Sejuta Cerita] Negeri Raksasa Bernama Ta Prohm”

  1. Ta Prohm memang mengesankan saat pertama bertemu ya Na, aku juga, kagum sama akar-akar pohon yang menjulang dan selalu kagum memikirkan bagaimana mereka membangunnya tanpa alat-alat modern. lhaaa batu segede gaban itu gimana ngangkatnya sampai ke atas gitu? kan asli berat dan gede bangetttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s