Uncategorized

Hello Goodbye : Catatan Akhir Tahun

Blog celina2609.wordpress.com ini dibuat pada 26 November 2010, awalnya berfungsi sebagai diary alias tempat curhat setelah notes facebook dikepoin teman-teman di pabrik. Dulu saya menjaga identitas saya sebagai anonim, tapi lama-lama berubah prinsip menjadi “ya udah lah ya..”. Kalau memang gak bisa dirahasiakan, ya apa boleh buat? Secara makin tua jadi makin males untuk menyamarkan banyak hal. Hahaha.. Akhirnya sekarang blog ini isinya uncensored semua, kecuali beberapa postingan yang terpaksa diprivate dan dikasih password.

Setelah sembilan tahun berjalan akhirnya blog ini terpaksa ditutup. Sekian bulan yang lalu, saya baru menyadari bahwa kapasitas penyimpanan media di blog ini nyaris penuh (waktu itu masih 88 koma sekian persen). Saya mulai panik dan berkonsultasi dengan sahabat saya yang sudah senior banget dalam masalah blog ini. Ternyata sejak awal saya melakukan kesalahan fatal : mengupload foto dengan size apa adanya, alias kagak dikompres dulu (soalnya itu foto kagak demam sih). Udah gitu saya sering mengulang upload foto yang sama untuk postingan yang beda, padahal saya bisa mengambil foto itu dari simpanan media di wordpress. Sahabat saya lalu menganjurkan untuk membuka media dari laptop lalu mulai meresize semua foto yang pernah saya upload. Tapi setelah setengah jalan (yang rasanya udah bikin perih mata), ternyata tak ada perubahan signifikan. Saya juga mencoba menghapus foto-foto yang terupload lebih dari sekali. Lumayan sih sedikit menambah ruang kosong, tapi tetap kritis.

Saya mulai mempertimbangkan untuk mengupgrade akun saya ini, tapi ternyata biayanya gak murah, apalagi ngga ada sistem cicilan atau bayar per bulan. Kagak sanggup deh kalau harus bayar biayanya untuk setahun penuh. Bisa bangkrut seketika. Dalam keputusasaan karena sisa kapasitas media yang semakin menipis, akhirnya saya mempertimbangkan untuk membuka akun baru. Rasanya sedih juga meninggalkan si Celina ini, yang sudah sekian lama menjadi kawan hidup dan teman curhat saya.

But life must go on (ciyeee). Hari ini saya membuka blog baru di wordpress dengan nama sreinotes.wordpress.com, pas untuk menutup tahun 2019, membuka tahun 2020, dan pas pula kapasitas penyimpanan media saya menunjukkan 100%, alias kagak ada sisa lagi. Yes, saya tetap akan jadi blogger gratisan dan tetap bingung harus mulai dari mana untuk memulai blog baru ini.

Celina2609 selamanya tetap eksis, karena bagaimanapun juga ia menyimpan begitu banyak catatan hidup saya. Tapi untuk seterusnya saya akan menulis di blog baru ini. *trus jadi mello deh.

Sebelum saya menutup tulisan (dan blog) ini, izinkan saya sedikit curhat yang nggak colongan alias blak-blakan. Sejak awal menulis blog ini, saya nggak pernah mikir yang aneh-aneh. Pada dasarnya blog ini dipakai buat curhat, lalu lama-lama berkembang jadi catatan perjalanan, dan sekali-sekali saya menulis sesuatu yang agak berat hasil dari Kursus Pendidikan Kitab Suci sekian tahun yang lalu dan hasil karya selama jadi tim redaksi Majalah Bejana. Gak menyangka bahwa ada beberapa tulisan saya yang ternyata bisa bermanfaat bagi orang lain. Saya bersyukur sekali tentunya karena saya sadar tulisan saya abal-abal dan suka-suka. Saya udah senang banget ketika data statistika wordpress menunjukkan angka-angka yang banyak.

Hingga tanggal 2 Mei 2017, ketika saya dapat kiriman whatsapp dari seorang pastor di Kalimantan Utara. Pesan itu adalah artikel panjang berjudul “Bulan Maria dan Bulan Rosario. Sama atau Beda?”. Di bawah judulnya tertulis “By : Aprilia Marchelina Agatha”. Saya waktu itu happy banget dapat kiriman dari beliau, tapi ketika saya membacanya, saya langsung merasa deja vu. Kok rasanya kenal ya? Kok kayaknya tulisan ini pernah saya baca dimana ya? Semakin jauh saya membaca, saya semakin yakin bahwa tulisan itu mirip dengan tulisan saya di blog. Saya juga menemukan artikel serupa seliweran di halaman facebook saya. Saya awalnya berpikir bahwa Aprilia itu hanya mengutip sebagian tulisan saya, namun saya langsung murka ketika menemukan bahwa artikel itu 99.9% sama dengan tulisan saya ini yang ditulis pada 1 Mei 2013. Meski prolognya hilang dan ada penataan ulang pada alineanya, tapi saya tahu persis bahwa itu adalah salinan dari tulisan saya. Rasanya saya pengen banget menemui Aprilia Marchelina Agatha itu (minimal mengontak; dan saya sudah mencari lewat facebook tapi tak ada respon) untuk bertanya darimana ia mendapatkan sumber artikel itu. Di tengah kekesalan saya waktu itu, sahabat saya yang juga sudah sering mengalami hal serupa, memberikan sebuah pesan yang bikin adem : Generous tidak membuat kita miskin.

Seminggu yang lalu saya mengalami kejadian yang hampir sama. Tanpa sengaja saya membuka facebook dan  menemukan postingan seorang Pastor ternama tentang Romo Sandjaja, Pr, tepat satu hari setelah peringatan kematian beliau. Saya tentunya excited banget menemukan postingan itu karena sejak dulu saya sangat mengagumi Romo Sandjaja. Tapi setelah selesai membaca prolognya saya langsung kecewa. Tulisan lanjutannya langsung saya kenali sebagai hasil copy paste tulisan saya ini yang saya tulis tanggal 5 Januari 2014. Saya scroll postingan itu sampai bawah dan nggak menemukan sumber dari tulisan itu. Rasanya kok pengen marah ya. Tapi lagi-lagi saya ingat pesan sahabat saya : Generous tidak membuat kita miskin. Daripada saya menahan mangkel yang bikin gondok, akhirnya saya share tulisan itu dengan menambahkan link tulisan asli saya. Keesokan harinya beliau mengedit postingannya dan menambahkan tulisan “REPOST”, tapi tetap tidak mencantumkan sumbernya.

Tapi saya juga terenyuh ketika menemukan blog ini https://www.his-travel.co.id/blog/article/detail/siapa-bilang-mencari-makanan-halal-di-phnom-penh-itu-sulit yang menuliskan blog saya sebagai source foto Warung Bali di artikel itu. padahal foto saya itu jelek banget kualitasnya dan saya malah jadi malu sendiri. Hehehe. But I really appreciate them.

Udah sih, cuma mau curhat gitu aja. Mungkin saya masih belum lulus dalam pelajaran hidup berjudul “Kemurahan hati”.

Silakan aja sih kalau mau copas tulisan saya, wong belum tentu juga isinya benar dan valid. Tapi saya berharap semoga semakin banyak orang yang tahu sopan santun dan menghargai hasil karya orang lain, meskipun itu hanya tulisan abal-abal ala saya.

4 thoughts on “Hello Goodbye : Catatan Akhir Tahun”

    1. Hehehe.. thanks ya Mba.. kita ketemu gara2 blog ini ya..
      Aku nyari nama blog baru ini ampe dua minggu, trus pas ketemu Pak Kasmin dan dia bilang srei Indonesi, barulah tuing.. ketemu deh

  1. Memang agak lucu mendapati artikel kita ‘dicuri’ ya. Di satu sisi, itu membuktikan kalau tulisan kita [dianggap] berharga. Tapi di sisi lain, cara ‘menghargainya’ jelas keliru. Saya juga sudah beberapa kali memergoki. Malah, pernah ada yang untuk reply atas comment pembacanya pun copas dari reply saya. Hopo tumon?! 🙂 Semangat terus di blog barunya. 🍸

Leave a Reply to Faaris Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s