Satu Foto Sejuta Cerita

[Satu Foto Sejuta Cerita] Kalender 2020

Tantangan Satu Foto Sejuta Cerita minggu ini membuat saya mengubek-ubek folder galeri di handphone, sembari mengenang kembali kilasan peristiwa yang saya alami tahun ini. Ah.. ternyata ada begitu banyak hal baik yang saya alami sepanjang 2019. Saya saja yang kurang bersyukur untuk bisa menyadarinya.


Salah satu momen terbaik yang saya alami tahun ini sebetulnya bukanlah momen yang istimewa banget, bahkan mungkin biasa bagi kebanyakan orang.

Sejak tahun lalu kami seruangan selalu merancang kalender meja sendiri gara-gara jatah kalender pabrik yang tak kunjung datang. Tentu saja isi kalender itu foto-foto kami semua, maklum narsis gitu lho.

Tapi ada yang beda pada proses pemotretan untuk kalender 2020 ini. Sejak jauh-jauh hari kami sudah rembukan untuk menentukan tema tiap bulan. Januari : tahun baru, Februari : hari K3, April : Kartini, Mei : Lebaran, Agustus : 17an, Oktober : batik, November : payungan. Sisanya? Santai.. stock foto kami melimpah..😂

Kami bahkan sudah menetapkan tempat foto yang paling woke : rumah seorang kawan di dekat pabrik yang latarnya ladang dan gunung, ruang lab, belakang pabrik yang latarnya cerobong pabrik tetangga, resepsionis, bahkan hingga gerbang pabrik. Tak ketinggalan, kami janjian bawa kostum : batik, kebaya, topi, payung, putih merah, baju koko, bahkan sampai pinjam rompi “Safety Patrol” dari departemen HSE. Intinya kalender 2020 ini memang edisi terniat lah.

Akhirnya kami berhasil mengumpulkan dua belas foto terbaik meskipun prosesnya penuh drama. Sesi foto pertama diwarnai hujan deras seharian bahkan sampai nyaris tergelincir di jalanan berlumpur. Tapi sesi-sesi berikutnya membuat kami dehidrasi karena ditantang matahari. Belum lagi diketawain dan ditontonin orang-orang sepabrik (plus sempet diintip sama manager HRD). Kami terpaksa mencuri waktu istirahat (dan waktu kerja juga sih 😂), so kami sering dimarahin tukang foto *yang merangkap sebagai bos* (eh tebalik yak 😂) gara-gara kebanyakan gaya.

Dari antara sekian banyak foto, ada satu foto yang menurut saya paling terbaik :

Ini ceritanya foto untuk tema Lebaran, setelah diedit sana-sini supaya muka kami nggak mengkilap (foto sebelumnya diambil di lapangan terbuka sambil menantang matahari, jadi bisa dibayangkan bagaimana liarnya minyak-minyak di muka).

Mengapa foto ini jadi yang terbaik? Karena semakin dilihat akan semakin terasa suasana lebaran yang hangat seperti di rumah. Wajah-wajah ceria meski belum gajian, tubuh yang rapat dan tangan yang merangkul meskipun kami berbeda.

Because this is our second family.

*Setelah sekian minggu jadi model dadakan, barulah terasa jadi model itu gak enak 😂*


Posting ini sebagai tanggapan atas challenge yang kami, Cerita Riyanti, A Rhyme In My Heart, dan saya, ciptakan sebagai pengganti Weekly Photo Challenge dari WordPress, yang untuk tahun 2019 minggu ke-51 bertemakan Best agar kami berdua terpacu untuk memposting artikel di blog masing-masing setiap minggu. Jika ada sahabat pembaca mau ikutan tantangan ini, kami berdua akan senang sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s