Dia…

Dengan tenang ia melangkah menyusuri lorong itu.. Dalam balutan jubah coklatnya, ia menatap lurus ke depan.. Ia berjalan begitu tenang, langkahnya amat┬áteratur, seolah tak dapat tergoyahkan.. Bahkan dari balik tembok tebal ini, aku bisa merasakan ketenangan itu.. Sosok itu, sosok seorang kakak┬ásekaligus┬áseorang ayah.. Tenang, namun tegas.. Ketenangan yang pada awalnya menciptakan keseganan. Namun juga menimbulkan … More Dia…