Uncategorized

Hello Goodbye : Catatan Akhir Tahun

Blog celina2609.wordpress.com ini dibuat pada 26 November 2010, awalnya berfungsi sebagai diary alias tempat curhat setelah notes facebook dikepoin teman-teman di pabrik. Dulu saya menjaga identitas saya sebagai anonim, tapi lama-lama berubah prinsip menjadi “ya udah lah ya..”. Kalau memang gak bisa dirahasiakan, ya apa boleh buat? Secara makin tua jadi makin males untuk menyamarkan… Continue reading Hello Goodbye : Catatan Akhir Tahun

Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] Kado Pelipur Lara

Setelah sekian puluh tahun hidup di dunia ini, tak terhitung hadiah yang pernah saya terima, dan dari yang tak terhitung itu tentu ada begitu banyak yang tak terlupakan. Untuk tantangan Satu Foto Sejuta Cerita minggu ini, izinkan saya memilih dua dari yang banyak itu untuk saya kisahkan. Dua hari menjelang Natal 2017 Hati saya masih… Continue reading [Satu Foto Sejuta Cerita] Kado Pelipur Lara

Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] Negeri Raksasa Bernama Ta Prohm

Saya selalu merasa kecil ketika melangkahkan kaki di antara candi-candi tua. Tapi saya merasa sangat kecil ketika ada di tengah komplek Ta Prohm ini. Bahkan rasanya seperti menjadi liliput di tengah Negeri Raksasa. Batu-batu besar nampak dimana-mana, bagai beradu kuat dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Ta Prohm dibangun pada masa kepemimpinan Raja Jayavarman VII daei… Continue reading [Satu Foto Sejuta Cerita] Negeri Raksasa Bernama Ta Prohm

Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] May Peace Prevail on Earth

Saya berdiri di hadapan sebuah tugu kecil bertuliskan "May Peace Prevail on Earth" dalam beberapa bahasa. Menara lonceng berwarna kuning menjulang tegak di belakangnya. Semoga damai sungguh menjadi penyembuh segala luka bangsa ini di masa lalu. Gereja Our Lady of the Assumption Battambang. Dulu di tempat ini berdiri sebuah Katedral cantik, namun kala Khmer Merah… Continue reading [Satu Foto Sejuta Cerita] May Peace Prevail on Earth

Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] Malaysia, 26 September 2015

Setelah satu tahun lebih "cuti" dari yang namanya travelling, akhirnya saya berhasil move on juga. Malaka dan Kuala Lumpur adalah langkah pertama come back saya meski awalnya sempat agak ragu karena sekian lama tak jalan sendiri. Apalagi saat itu kabut asap sedang parah-parahnya dan jadi isu sensitif dalam hubungan Indonesia-Malaysia. Hari kedua perjalanan ini adalah… Continue reading [Satu Foto Sejuta Cerita] Malaysia, 26 September 2015

Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] Gawai Dango Khatulistiwa

Sejak tahun 2015, setiap hari Sabtu dan Minggu kedua pada bulan November selalu saya lewatkan di kota Pontianak bersama-sama para legioner se-Kalimantan Barat. November tahun lalu adalah untuk pertama kalinya saya tak berkunjung ke Kalimantan Barat. Kebetulan di anjungan Kalimantan Barat - TMII sedang ada Pentas Seni Gawai Dango Khatulistiwa yang ke-11, jadi untuk sedikit… Continue reading [Satu Foto Sejuta Cerita] Gawai Dango Khatulistiwa

Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] Invisible Hands

2 Agustus 2018 "Na.. aku mau kirim undangan tahbisan diakonku buat Legio Maria. Kukirim kemana ya?" "Ke alamat rumahku aja ya, Frater. Gapapa kan?" "Gapapa lah. Kan sama aja toh. Tapi acaranya jam 5 sore lho, mungkin bisa sampai jam 7an. Kira-kira ada yang bisa datang ga? Tapi tetap sih, undangannya aku kirim.." "Hehe.. Tenang… Continue reading [Satu Foto Sejuta Cerita] Invisible Hands

Uncategorized

[Satu Foto Sejuta Cerita] Piket Rasa Piknik

Sebetulnya saya bukan pengagum laut. Saya ngga bisa renang dan saya enggan kulit saya makin mirip dakocan. Saya lebih cinta dengan suasana gunung, mungkin karena saya lahir dan besar di sebuah kota yang dikelilingi gunung-gunung. Dua belas tahun yang lalu, saya resmi menjadi perantau di Cilegon karena mendapat pekerjaan di sebuah pabrik yang letaknya persis… Continue reading [Satu Foto Sejuta Cerita] Piket Rasa Piknik

Uncategorized

Mimpi

21 Juni 2019 Aku terbangun karena sebuah mimpi yang sangat berkesan. Bahkan aku terbangun sambil tersenyum dan hari ini, saat aku menuliskannya, aku masih tersenyum mengingat setiap detail mimpi itu. Aku bertemu kamu di sebuah rumah yang asing. Lalu kita memutuskan untuk mengobrol di pelataran rumah itu yang ukurannya begitu mungil. Karena hanya perlu beberapa… Continue reading Mimpi