My Journey...

Di Bawah Langit Biru

Aku terus berlari walaupun rasanya jantung ini sudah menuntut ingin berhenti. Tiga puluh menit! Harus cukup! Langit biru di atas kepalaku tak kuindahkan. Aku hanya terus berlari sambil berkata “Excuse me..“ Aku merasakan jembatan apung yang kupijak bergetar keras hingga terpaksa aku mengurangi kecepatan. Sambil terus berjalan cepat kutatap bangunan abu-abu yang menjulang di hadapanku.… Continue reading Di Bawah Langit Biru