A letter…

Angin dingin bulan Oktober menerpa wajahku. Langit mendung mewarnai siang ini. Tak masalah buatku. Bagiku, langit mendung serasa surga dan hujan adalah penyejuk jiwa. Aku mempercepat langkahku melawan angin, hanya tinggal beberapa meter lagi dari gerbang gereja. Namun langkahku terhenti ketika mataku menyapu trotoar. Pohon-pohon ini sudah menggugurkan bunganya. Aku tak pernah tahu nama dari … More A letter…

I believe that you’re in heaven….

Aku mengenalnya lebih dari 2 tahun yang lalu. Hmm, kata “mengenal” sepertinya tidak tepat untuk kugunakan. Dalam kamusku, mengenal seseorang berarti pernah berjumpa, pernah bercakap, dan minimal tahu sedikit tentang orang itu. Mungkin kata “tahu”, lebih tepat untuk kugunakan, walau aku sendiri merasa kata ini juga bukan kata yang betul-betul tepat untuk menggambarkan hubunganku dengan … More I believe that you’re in heaven….